selamat datang di blogku ya :) Semua Curahan Hatiku dari yang lama sampai yang Baru :') Thanks Before ..

Sabtu, 25 Agustus 2012

MUSUH jadi CINTA ?


apa benar ini namanya "BENCI jadi CINTA" ?
ahh, kamu benar~benar merebut hatiku sekarang ..
dulu kamu kekasih sahabatku, dan tentunya sekarang jadi mantan ..
dulu sahabatku juga suka denganmu, dan aku jadi'mak comblang'nya ?
tapi kenapa sekarang aku seperti senjata makan tuan ya?

sekarang kamu sering bikin aku ketawa ..
sekarang kamu yang nemenin aku ..
sekarang kamu yang bikin aku sadar, kalau kamu ngga seburuk apa yang aku kira ..

tapi , apakah kamu sudah berubah ?
sudah menjadi lebih baik daripada dulu ?
dulu, kamu suka mempermainkan hati wanita, entah sekarang ?
dulu, kamu suka menduakan bahkan mentigakan hati wanita itu, tapi entah sekarang ?

semua ini berawal dari suatu kegiatan di sekolah pada bulan Ramadhan kemarin, yang mendekatkanku padamu ..
pada saat itu lah aku tau sosok sepertimu itu gimana ..
dan kita saling sms an bahkan jalan berdua ..

suatu waktu aku dan teman-teman pergi ke suatu tempat, dan tentunya denganmu ..
awalnya aku tidak mau dibonceng kamu, tapi akhirya aku mau ..
setelah aku benar benar kecapaian tentunya ..
di jalan, kamu menarik tanganku, dan memegangnya sampai lama ..

dan perjalanan cintamu dan cintaku berlanjut hingga sekarang~

Cinta Sempurna (~‾▿‾)~


Hidupku hanya untuk kamu
Di hatiku cuma ada kamu
Di benakku hanya ada satu

Itu kamu penjaga hatiku
Itu kamu pelindung jiwaku
Itu kamu penuntun jalanku
Tak ada yang memisahkan
Tak ada yang seperti dirimu di hatiku

Cintaku bukan cinta biasa
Cintaku takkan pernah menyerah
Karena cintaku sempurna

Ku tertawa itu karena kamu
Ku menangis juga karena kamu
Ku bahagia semua karena kamu

Apabila ku salah padamu
Maafkanlah maafkan salahku
Dan kan ada selalu dirimu di hatiku
Cintaku tak berhenti di akhir nafasku

Cintaku bukan cinta biasa
Cintaku tak pernah mengenal lelah
Karena cintaku sempurna
Hidupku dan matiku hanyalah untukmu
Itu bukti cintaku padamu

Minggu, 19 Agustus 2012

Apa Ini Cemburu ?


Kenapa hatiku ngilu ya, setelah baca status di facebook adek kelasku itu ?
Isi statusnya mencantumkan nama 'mantan' ku, mantan yang pernah aku ceritakan di artikel sebelumnya ..
Tanpa aku sadari ada yang bergejolak di hati ini ..
Entah apa itu ?
Apakah rasa cemburu ? Ataukah yang lain ?
Aku tak tau, terlintas di benakku kata~kata orang ..
"CEMBURU ITU TANDANYA SAYANG"
Tapi sosok DIA masih pantaskah aku sayangi ?
Sosok yang sering menyakitiku perlahan dan meninggalkanku dengan cepatnya tanpa menoleh kebelakang ?
Sungguh , Nyeri dan Sakit rasanya bila aku ingat semua kejadian itu ..
Apakah ini cemburu ?
Cemburu karena nggak pernah di SMS kamu ?
Cemburu karena nggak pernah ngomong~ngomong lagi sama kamu ?
Cemburu karena ternyata perasaanmu bukan untukku ?

Sebenarnya, aku type orang yang susah untuk mengekspresikan suatu keadaan atau peraaan ..
Namun, entah kenapa aku ingin bercerita tentang ini ..

Jujur, dari hati yang terdalam ..
Kamu mengisi 'sedikit' kekosongan hati ini ..
Entah itu sedikit banyak ataupun sedikit banget ..
Tapi, tampaknya sifat KEPLAYBOYANmu nggak berubah sama sekali ..
Kecewa ..
Ternyata setelah kamu putus denganku, kamu berubah menjadi sosok playboy misterius!
Saat kamu mendapatkan 'kekasih' baru, mengapa aku selalu ingin tau ?

APA INI CEMBURU ?

Entah Mengapa


entah mengapa?
kenapa sosok sepertiku sering disakiti oleh lelaki ..
lelaki yang menurutku menuntunku ke istana kecilnya , ternyata dia mendorongku ke palung yang teramat dalam ..
lelaki yang 'awalnya' memberiku segalanya, katanya ingin membuatku bahagia?
dan pada akhirnya ..
dia meninggalku dengan SEGALA airmata!
air mata kesedihan , air mata keharuan , air mata senang ..
kesedihan karena aku harus melepasmu ..
keharuan karena aku sering mengingat momen~momen indah bersamamu ..
senang karena aku bisa lepas dari cengkraman penyihir jahat yang mendorongku untuk jatuh ke palung itu ..

entah mengapa?
selalu saja menjadi orang pertama yang 'selalu' tersakiti dalam suatu hubungan ..
menjadi yang paling terpuruk ..
terpuruk dalam keadaan ini ..
tanpa kau sadari, kau melepas seseorang yang benar~benar mencintaimu ..

entah mengapa?
aku selalu menjadi sosok baik pada seseorang lelaki yang ingin berniat jahat padaku ..
aku tidak bisa bersikap jahat pada mereka,karena itu bukan aku ..
bukan sifatku!
aku selalu merasa ingin ber'reinkarnasi' menjadi sosok yang jahat  ..

entah mengapa?
aku sering mengenang masa lalu dengan mereka~mereka yang telah menyakitiku ?
apa aku masih mencintainya ?
masih mengharapkannya ?
tapi jauh direlung hatiku terdalam, aku mencintai seseorang ..
seseorang yang mungkin sekarang tidak peduli dengan keadaanku sekarang ..


Sabtu, 18 Agustus 2012

I, My Memories and Rain (CERPEN)


entah kenapa, aku suka memandangi hujan, bagiku hujan adalah sebuah kenanganku. karena hujan aku dapat berkenalan dengan kakak kelasku, yang selama ini populer di sekolah. Usai eksul, aku lihat langit sangat mendung.Aku memaksakan diri untuk pulang, dan benar dugaan ku tak berapa lama hujan pun turun. Aku segera berlari ke halte untuk berteduh. “hmm, pasti Nina sama Chika udah dirumah nonton tv sambil minum Milo” gumamku dalam hati. Saat aku sedang melamunkan suasana dirumah, tiba tiba seorang cowok datang untuk berteduh. Ia melihatku, dan sepertinya aku kenal dengannya.            “Hay” sapanya padaku. Aku hanya membalas sapaanya dengan senyum. Tiba tiba ia melanjutkan perkataanya “Aku sangat suka dengan hujan, karena bagiku hujan menyimpan seribu misteri, bagaimana denganmu?”. “Aku?, ya aku memang suka hujan, terkadang aku juga tidak menyukainya, karena bisa mengganggu jadwalku” jelasku panjang lebar. “Iya, memang pendapat orang berbeda-beda” katanya. “ya,ya,ya” jawabku. “oya, namaku Ricky, kamu?” tanyanya mengkagetkanku. “Aku Nova” jawabku. “Pulang bareng?” tanyanya lagi. “Hujan-hujan begini?” tanyaku balik. “Iya” jawabnya dan segera lari ke tengah jalan sambil menikmati hujan. Aku pun segera mengikutinya. Dan hari ini aku pulang bareng kakak kelasku sendiri sambil hujan-hujan.            “Keren juga tu kakak kelasku” gumamku dalam hati. Saat aku sedang membayangkan wajah kakak kelasku. Kakakku datang mengkagetkanku. “Hayoooo, ngelamunin siapa?” tanya kak Ratu. “Idiih, sukanya bikin kaget aja, gakok” jawabku. “Degk, kakak pinjem headphonennya dong” kata kak Ratu dengan wajah sok imutnya. “Idih kakak, headphone kakak kemana?” tanyaku. “Dipinjem cowok kakak” jawabnya santai. “Gabisa, mau aku pake habis ini, udah sana balik ke kamar” kataku dengan sewot. “Iya deh” kata kak Ratu. Setelah itu kak Ratu segera meninggalkan ku dikamar. “Salah sendiri headphone dikasih ke cowoknya, kalau udah di sakitin baru tau rasa tu” gumamku. Aku segera bangun dari tempat tidur dan menyalakan laptop untuk menulis di blogku tentang yang aku alami tadi.            Keesokan paginya di sekolah. “Yang udah jarang banget hang out sama kita” kata sii Chika mengkagetkanku. “Iya, iya sorry, tapi minggu ini aku bakal hang out sama kalian semua” jawabku. “Bukannya udah ada janjian sama kakak kelas kita yah? Sii  Ricky ” sambung Nina. “Idihh, gakok.. tenang aja” jawabku. Kami terus mengobrol sampai tak terasa bel masuk berbunyi. Akhirnya kami segera duduk di tempat masing-masing dan memulai pelajaran pertama. Saat pelajaran aku merasa ganyaman, aku merasa Stefan memerhatikanku. Tak terasa pelajaran pun usai. Hari ini kami pulang pagi. Di karenakan semua guru ada seminar.            “Pulang bareng yuk” ajak  Ricky . “Gausah deh, aku mau hang out sama Chika ma Nina” jawabku sambil tersenyum ke arah Ricky . “Ouh, yaudah, hati-hati yah” kata  Ricky  sambil meninggalkanku. Aku, Nina, dan Chika segera menuju Taman Kota untuk WiFi.an sekalian nongkrong disana. “Eh, ntar anterin aku ke Gramedia yah” ajak Chika. “Oke deh” jawabku dan Nina kompak. Saat aku, Nina, dan Chika sedang asyik update di twitter, HP ku berbunyi. Aku membukanya, dan ternyata itu sms dari  Ricky . “Novaaa, ntar sore jam 16.00 WIB aku tunggu di taman biasa”. Aku segera membalasnya “Oke”. “Hey, Ricky ngajak aku ketemuan di taman biasa ntar jam 16.00 WIB.” Kataku. “Ouh, yaudah sekarang ke Gramedia aja” ajak Chika. Akhirnya kami segera ke Gramedia.            Kami pun sampai di gramedia. “Bentar yah, aku ke toilet bentar” kata Nina. “Ouh, oke oke” jawab Chika dan Aku. Ternyata Nina ke kamar mandi untuk menelfon Stefan dan memberi tau kalau ntar sore jam 16.00 WIB aku ketemuan sama  Ricky . “Udah, cari bukunya?” tanya Nina. “Udah kok, nie” kata Chika sambil menunjukan buku yang ia cari. “Kamu udah Nov?” tanya Chika. “Udah kok” jawabku. “Buku apa.an?” tanya Nina. “Buku Chicken soup for the soul Love Stories” jawabku. Akhirnya kami menuju kasir dan membayar buku yang kami beli. Setelah itu kami pun pulang.            Aku sampai di rumah pukul 15.30 WIB. Aku segera menuju kamar mandi dan mandi tentunya, usai mandi aku segera ganti baju dan berangkat menemui  Ricky  di taman. Saat perjalanan kesana aku merasa Deg-deg.an untuk ketemu  Ricky . Dan akhirnya aku sampai juga di tempat tujuan. Aku pun segera menyebrang karena tadi aku lihat jalan sangat sepi, saat aku menyebrang ada mobil yang melaju dengan kecepatan penuh dan hampir menabrak ku. Tetapi, ada Stefan yang mendorongku ke ujung jalan. Dan akhirnya Stefan lah yang tertabrak. Aku segera mendekati Stefan. “Stef, kenapa kamu selamatin aku? Harusnya aku, bukan kamu yang ketabrak” kataku. “Aku sayang sama kamu, aku gamau kamu yang tertabrak” jawab Stefan dengan suara makin melemah. Saat aku menangis, Ricky datang menghampiriku. Kami pun segera membawa Stefan ke Rumah Sakit.            Akhirnya kami sampai di Rumah Sakit. Stefan segera ditangani Dokter. Aku menunggu di ruang tunggu bersama  Ricky . Tak ada hentinya aku menangis. “Udah, gausah nangis, semua ini udah takdir” kata  Ricky sambil memeluk ku. “Tapi, aku merasa bersalah sama Stefan” Jawabku yang masih terus menangis. Beberapa saat dokter pun muncul. “Siapa keluarga Stefan?” tanya Dokter itu. “Saya temannya Dok” jawabku. “Silahkan masuk” kata Dokter itu. Tanpa basa-basi lagi aku dan  Ricky segera masuk ke kamar Stefan. “Stef” kataku lemah dan masih menangis. Ricky  hanya mengikutiku dari belakang. “Stef, aku disini, please sadar” kataku dengan air mata yang terus menetes. “Nova” kata Stefan lemah. “Iya Stef, aku disini” jawabku.  Ricky  hanya diam dan duduk disebelahku. “Aku sayang sama kamu” kata Stefan. “Iya, aku juga, aku janji bakal jaga kamu sampai kapanpun, aku selalu ada di sini buat kamu” jawabku, walau hatiku masih terasa sakit, karena aku sayang sama  Ricky , bukan dengan Stefan. Setelah aku mengucapkan perkataan itu, aku melihat  Ricky yang sangat kecewa tentang keputusanku itu. Ia segera keluar, tetapi aku juga gabisa meninggalkan Stefan sendiri.            Akhirnya Stefan tertidur juga. Aku meninggalkan Stefan dan menemui  Ricky  di ruang tunggu. Tetapi aku tidak menemukan  Ricky disana, aku lihat diluar sedang hujan, dan benar dugaanku.  Ricky hujan-hujan disana. Tanpa basa-basi lagi, aku segera menghampiri  Ricky . “ Ricky ” kataku lemah. “Mau apa? Belum puas nyakitin hati aku?” tanya Ricky  tanpa melihat wajahku sama sekali. “Ricky, dengerin dulu, aku lakuin ini semua..” belum selesai aku jawab Ricky memotong pembicaraanku. “Karena kamu sayang kan sama Stefan, kamu ganyadar apa?, selama ini aku perhatian sama kamu, karena aku sayang sama kamu” kata  Ricky . Aku sangat kaget dengan ucapan Ricky . “ Ricky , dengerin aku, tatap mata aku” kataku dengan membentak  Ricky . Ricky  melihat mataku. “Kamu inget pertama kita ketemu? Kita hujan-hujan kayak gini. Kamu inget kan kenangan yang kita ciptain dulu? Kamu masih inget semuannya kan?” kataku dan masih menangis. “Aku inget semuanya, Hujan ini yang nyatuin kita, Hujan ini yang buat kita semakin deket” kata  Ricky sambil berjalan menghampiriku. “Aku juga sayang sama kamu Rick, aku lakuin ini semua karna cuma ingin bahagian Stefan aja. Hatiku Cuma buat kamu Rick” kataku dengan lemah.  Ricky  segera memeluk ku. “Aku yakin Rick, kasih sayang kita, yang nantinya bakal nyatuin kita. Tapi, untuk saat ini, aku masih belum bisa. Kita jalanin semua kayak gini dulu Rick, aku harap kamu ngertiin aku” kataku dan segera melepas pelukan Ricky .  Ricky  hanya diam. Aku pun segera meninggalkan Ricky dan masuk ke Rumah Sakit dalam keadaan basah kuyup.            Saat aku menunggu di ruang tunggu. Aku menelfon kak Ratu. “Halo kak” kataku masih dalam isak tangis. “Iya adek, kenapa?” tanya kak Ratu. “Bisa bawain aku baju gakak?, aku tunggu di RSU DR. Soetomo” kataku. “Iya, kakak segera kesana, tunggu ya dek” kata kak Ratu dan mematikan telfonnya. saat aku menunggu,  Ricky datang dengan keadaan basah kuyup dan duduk di sebelahku. Aku hanya terdiam.  Ricky berbisik “Aku sayang kamu, aku ingin kamu bahagia meski hatiku ngerasa sakit, aku tunggu kamu sampai kapanpun” bisik  Ricky . Air mataku yang tadi sudah tak menetes lagi, kini mulai menetes lagi. Setelah  Ricky berbicara seperti itu, ia pergi begitu saja meninggalkanku. Setelah beberapa menit, kak Ratu datang. Aku segere ke kamar mandi untuk ganti baju. Usai itu, aku menyuruh kak Ratu pulang, karna aku tau kak Ratu bener-bener capek hari ini. Akhirnya kak Ratu menuruti semua omonganku.            Aku segera ke kamar Stefan dan menjaganya. “Nov” kata Stefan lemah. “Ia, Stef?” tanyaku. “Aku mau kamu bahagia” kata-kata Stefan yang membuatku teringat dengan  Ricky . “Aku udah bahagia Stef, disini, sayang sama kamu itu udah membuat aku bahagia” jawabku panjang lebar. Stefan hanya tersenyum mendengar jawaban itu. “Stef, aku ke kamar mandi dulu yah” kataku. “Ia” jawab Stefan. Aku segera keluar, dan menuju ke kamar mandi. Aku menangis karena sudah membohongi perasaanku sendiri. Aku gamau larut dalam kesedihan terlalu lama. Aku harus menerima kenyataan dan ini yang harus aku jalani saat ini. Aku mengusap air mataku dan kembali kamar Stefan,            Tak terasa 2 minggu sudah Stefan di Rumah Sakit. Hari ini ia boleh pulang. “Nov, aku mau kamu jadian sama  Ricky ” kata Stefan mnegkagetkanku. “Stef, kok ngomong gitu? Kamu gasayang sama aku?” tanyaku. “Justru karna aku sayang sama kamu, aku mau kamu bahagia” jawab Stefan. “Stef, dulu aku memang gaada rasa sama sekali sama kamu, tapi, setelah kejadian itu, aku coba sayank sama kamu. Aku coba terima semuanya” jelasku panjang lebar. Stefan bisa mengerti keadaanku sekarang. Karna stefan sudah di jemput keluarganya, aku segera pulang.            Di kamar aku membuka laptop dan mambuka email ku. Ada 1 email masuk. Dan ternyata itu email dari Ricky . Aku segera membukanya. Isinya seperti ini..                      To : anovaoktaf@ymail.com            From : rickypradhana@ymail.com            Subject : Maafin aku.            Hai, apa kabar Nova? Setelah kejadian itu, aku bisa menerima keaadan dan aku belajar menerima keaadan itu dari kamu. Jujur aku sangat takut kehilangan kamu. Maafin aku gabisa berpamitan langsung ke kamu, karna aku tau, kamu sibuk dengan Stefan, aku gamau ganggu kamu. 2 hari setelah kejadian itu, aku terpaksa pindah ke Australia, karena Papa dan Mamaku pindah bertugas ke sana. Maafin aku ya. Aku bakal tetep sayang sama kamu.                                                    With Love :Ricky Pradhana :)                       Setelah aku membaca email dari  Ricky . Aku menyesal, karena belum sempat ketemu sama Ricky untuk yang terakhir kalinya. Air mataku pun mulai menetes. Dan akhirnya, aku harus terima keadaan kalau Ricky , memang bukan buatku. Aku hanya bisa menyimpan kenanganku dengan  Ricky di Hujan dan tentunya di Hatiku sendiri.

Bukan AKU, Bukan DIRIKU :)


satu kesalahan saat aku mengenalimu..
Dan menjadi kesalahan terbesarku ketika ku mencoba mencintaimu..
Rapuh..
Ragu..
Seakan menjadi peganganku..
Hirau..
Pilu..
Telah mengundang sebuah sembilu yang tak bosan menghampiriku..

Sama seperti semula..
Saat dimana hatiku yang jadi pijakannya..
Selalu saja terlunta dan tak berdaya dibuatnya..
Entah apa..
Entah kenapa..
Dan hanya entah berantah yang mampu menengadah disetiap gundah yang singgah..

Bukan untuk waktu sesaat..
Penantian hasrat berkutat diantara cinta yang semakin tak terlihat..
Pekat..
Tersekat..
Seolah jadi dinding penat yang mengikat..
Menjerat setiap rasa yang terjerat..
Tersirat dikeangkuhan yang kian menyayat..

Perjalanan hati tiba dikelukaan..
Mimpi yang tak terbeli seakan jadi sayatan..
Torehan kehampaan yang tak lagi tergambarkan..
Bersama harapan yang semakin tercampakan..

Disini..
Dalam kamar hati ini..
kuhanya bisa menyendiri menyesali..
Membenci setiap kenangan yang menghampiri..
Disebagian agitasi tak kuingini kau kembali..

Selamat jalan cinta..
Akan ada dia disetiap kau membuka mata..
Diantara kau terlelap dan terjaga..
Juga disetiap mimpi ataupun nyata..
Selalu ada dia..
Untukmu selamanya..

Bukan aku..
Bukan diriku..

My Past Memories II :')


❤ 281o2o11 :')

Saat aku mulai memilihmu ..
Saat aku mulai menyayangimu ..
Saat aku mulai belajar mencintaimu ..
Mencintaimu tanpa alasan ..
Mencintaimu tanpa ingin balasan ..
Mencintai tanpa ku tau kenapa ?

Kamu memberikan sejuta keindahan di hidupku selama kamu bersamaku ..
Kamu memberikan sejuta kenangan pahit manis ..
Kamu memberikan sejuta pengalaman tentang apa arti cinta ..

Taukah dirimu ?
Saatku sendiri, aku seperti bunga yang layu ?
Taukah dirimu ?
Saatku sendiri, aku butuh kamu .. butuh pelukanmu ..

Ingatkah kamu saat terindah itu ?
Saat kamu menggenggam tanganku, memelukku erat, dan seolah tak inginkan aku pergi dari sisimu ..
Dan kamu membisikkan aku kata~kata yang bisa membuatku luluh padamu ..
"AKU CINTA KAMU"

TAPI MENGAPA SEKARANG MENGAPA KAMU MELEPASKAN AKU SEMUDAH ITU !

My Past Memories :')


❤ 281o2o11 :')


terimakasih tuk senyum yang pernah kau beri .
terimakasih tuk kenangan pahit manis yang kau beri .
aku hanya bisa melihat sosok dirimu dari kejauhan .
tak dapat meraihmu, karna kau tlah pergi jauh .
jauh menerawang di hati kekasihmu .
sosok kekasih yang mungkin lebih pantas berada disampingmu .
dia yang mengertimu bukan diriku !
seberapa salahkah diriku ?
bukankah kau menjadikan semua ini menjadi rumit ?
tapi mengapa aku yang 'masih' mengharapkanmu ?
bukannya kamu ?
kau yang memulai, kamu juga yang mengakhiri !
aku menangis karenamu, kamu tertawa diatas penderitaanku .
aku tak bisa hidup tanpamu, bahkan kamu bahagia tanpaku?
aku merindukanmu, sayangnya rindumu untuk orang lain ?


Tuhan, apa semua ini adil bagiku ?
saat aku mulai mencintainya, kenapa Engakau membiarkannya pergi begitu saja ?
Tuhan, inikah jalan takdirmu ?
Tuhan, aku ingin dia mencintaiku, seperti dulu .

dia yang membuatku menangis tak henti .
dia yang membuatku resah tak menentu .
dia yang membuatku rindu tak terbalaskan .

TAPI APAKAH YANG KURASAKAN SAMA DENGAN YANG DIA RASA ?